بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
“Andai jatuh cinta boleh memilih, tentu aku tidak akan memilih jatuh cinta.” (Ibnul Qayyim al-Jauziyah)
Mmm kenapa??
mungkin karena lebih banyak melalaikan-NYA, daripada mengingatkan kepada-NYA!!
Cinta Sejati itu menyembuhkan dan bukan menyakitkan..
namun tak jarang juga kita terjebak dalam cinta manusia, menjadikan
cinta yang hakikatnya adalah menjadi baik dan mulia, kini malah
membuahkan sakit dan gundah gulana..
Ada satu kata yang sering jadi trend topic masa kini, GALAU.. namun ketika kita ditanya mengapa galau?? jawabnya
hanya berkisar pada dunia.. galau karena putus cinta, galau karena
punya dan tidak punya pacar, galau karena banyak utang, galau karena
pekerjaan numpuk, dan species serupa yang ada..
Coba renungkan bersama, dalam
al-Qur’an ALLAH berfirman “Dan barangsiapa yang berpaling dari
peringatan-KU, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit” (QS. Thaahaa: 124)
Saat ditanya kepada diri,,
tentang galau yang menyelimuti hati..
Ingatlah tentang hari-hari,,
dimana kita sering berpaling dari peringatan ALLAH ilahi Rabbi..
sehingga ALLAH lantas menyulitkan hidup di bumi,,
dan menggalaukan jiwa menjadi sepi..
Kadang
saya bingung,, banyak insan yang mengobral nafsunya atas nama cinta,
bahkan ada yang mengaku mencintai seseorang karena ALLAH sebagai simbol
untuk memperjuangkan ISLAMISASI PACARAN (“ana uhubbuki fillah”
katenye)..
padahal dalam al-Qur’an dan hadist, mana ada yang namanya pacaran???!! katanya
cinta karena ALLAH.. bangunin shalat malam, bertanya “udah sholat
blom??”, atau bilang “hari ini jangan lupa puasa ya ukhti..” tapi di
samping itu eeeehhh kok masih berani melakukan hal-hal yang dimurkai
ALLAH?? pandang-pandanganlah, berdua-duanlah, bahkan ada yang
mengabaikan panggilan adzan hanya karena si doi lagi nelfon,
de-el-el-deh.. -smg kita tidak termasuk di dalam pelaku kegiatan ini-
sooo,, apakah hal di atas dapat dikategorikan cinta karena ALLAH???
Berkata cinta karena ALLAH, tak jarang masih terjebak dalam syirik cinta. Mari tafakkuri ayat berikut >> “Dan
di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan
selain ALLAH; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai ALLAH” (QS. al-Baqarah : 165)
Sering
dari kita sakit karena cinta manusia, tapi saat jauh dari ALLAH, merasa
tenang dan berleha. Termasuklah ia syirik dalam cinta..
-na’udzubillaah-
Lantas..
bagaimana jika kita ingin bangkit dan bangun dari rasa sakit, gundah
gulanah dan juga galau yang menyempitkan ruang di hati, agar cinta yang
fitrah kita rasakan tetap bernilai di sisi ilahi??
*** Let’s Move On = Hijrah to be better!! ***
Readers-fillaah..
(sebenarnya) Istilah MOVE ON itu sudah lama diterapkan, yaitu sejak
zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan istilah HIJRAH yang
artinya “berpindah ke yang lebih baik”..
Sering, kita mengidentikkan kata Move On itu dengan “Melupakan”..
padahal nyatanya, kata “melupakan”
adalah kata yang pengucapnya pasti sedang berbohong.. karena yang dia
alami adalah sebaliknya.. Bisa apa manusia melawan kenangan-kenangan
yang memaksa untuk terus diingat??
Taukah kamu??
“Move
on itu bukan putus dari pacar terus cari pacar lagi. Akan tetapi move
on itu untuk nge-JOSH dan engga bakal pacaran lagi sampai nikah.“ (katanya Ust. Salim A. Fillah sih, Indahnya Pacaran itu Indah Setelah Menikah.. hehe) #keren.ngk.tuh?? ^^’b
Kita
memiliki pasangan masing-masing, mula-mula berjauhan, kemudian bergerak
saling mendekat, lalu ada yang dipersatukan dalam jarak dan waktu,
namun ada yang berhenti dalam jarak yang tak terlalu jauh tapi tak
bertemu atau bahkan ada yang makin menjauh.. yang
terpenting dari kesemuanya adalah tetap berhusnudzan pada ALLAH karena
DIA menciptakan seluruh makhluk hidup berpasang-pasangan, bahkan
menciptakan alam semesta ini pun berpasang2an, jadi tak perlu risau soal
JODOH
Firman-NYA yang Mulia :
“Maha
Suci ALLAH yang telah menciptakan pasang-pasangan semuanya, baik dari
apa yg ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang
tidak mereka ketahui” (QS. Yasin: 36)
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran ALLAH.” (QS. ad-Dzaariyat: 49)
Menjadi
sunnah kauniyah (ketetapan ALLAH) manusia dicipta berpasangan,
dimunculkanlah daya tarik sebagai fitrah, itulah al-hub; cinta..
lalu,, Apakah harus ‘pacaran’ dulu untuk mendapat jodoh? <— tentu TIDAK!!!
Para pembaca, sahabat-sahabatku fillah,,
sungguh syaithon itu mengindahkan jalan fahsya wal munkar sehingga tampak indah dan semisal jalan kebenaran!!
seperti
halnya pacaran, mudah bagi syaithan menaburi jalannya dengan wewangi
syar’i, membungkus aktifitasnya seperti sunnah, padahal jelas mengotori
hati.. #UdahPutusinAja
Adakah yang lebih wajib kita turuti selain perintah ALLAH dan Rasul-NYA??
semoga di istiqomahkan move on-nya dengan nge-JOSH!! Jomblo Sampai HaLaL
Aamiin ya Rabb..
– saii Fanjames–
Tak ada alasan yang lebih tepat untuk berkebaikan selain ‘lillah’, tak ada tekad yang lebih kuat selain ‘billah’
SUMBER : http://m.rumahbaca.com
